Geography One Earth for life

Sabtu, 15 Mei 2010

Perairan Laut


Perairan laut adalah perairan yang terdapat di wilayah laut Indonesia dan dunia yang saling berhubungan.

Jenis laut dapat dikalasifikasikan menurut beberapa golongan, diantaranya laut digolongkan menurut proses terjadinya, menurut letaknya, menurut kedalamannya, dan kemiringan lerengnya.

1. Menurut terjadinya di bedakan.

a. Laut trangresi

Adalah laut dangkal yang terjadi karena daratan tergenang oleh air laut, akibat naiknya permukaan air laut. Laut ini terjadi pada masa delivium setelah berakhirnya jaman es, pada waktu itu permukaan laut di seluruh permukaan bumi naik kurang lebih 70 m, sehingga daratan yang rendah tergenang oleh air laut. Disebut juga laut meluas atau laut tergenang. Contohnya di Indonesia bagian barat terbentuk Laut Jawa, Selat Sumatera (Selat Malaka), Selat Sunda, Selat Karimata, dan Laut Cina Selatan. Di Indonesia bagian timur terbentuk Laut Arafura, Laut Timur, Laut Aru, Teluk Cinderawasih, sedangkan di luar Indonesia ada laut Utara (laut antara Inggris dan Belanda).

b. Laut Ingresi (Laut Segrasi)

Adalah laut dalam yang terjadi karena dasar laut mengalami gerakan menurun (terjadi patahan) peristiwa ini terjadi pada jaman tersier karena peristiwa isostasis atau keseimbangan hidrostatis. Contohnya Laut Banda, Laut Sulawesi, Laut Maluku, Laut Jepang.

c. Laut Regresi

Adalah laut menyempit terjadi karena perubahan permukaan negative, baik karena penurunan permukaan air laut itu sendiri ataupun naiknya daratan secara perlahan-lahan, sehingga laut yang dangkal menjadi daratan mungkin juga terjadi pengangkatan sungai-sungai yang banyak mengangkut lumpur dan bermuara di laut. Terjadinya sedimentasi dan membentuk daratan, akhirnya laut menjadi sempit. Contohnya Laut Jawa, Laut Arafura (jaman es).

2. Menurut Letaknya laut di bedakan.

a. Laut tepi

Adalah laut yang terletak di tepi benua dan terhalang samudera luas oleh deretan pulau-pulau atau jasirah. Contohnya Laut Bering yang tertahan oleh Kepulauan Menton, Laut Utara yang terhalang oleh Kepulauan Inggris, Laut Cina Selatan terhalang oleh Kepulauan Philipina, dan Kepulauan Indonesia, Laut Jepang Terhalang oleh Kepulauan Jepang.

b. Laut pertengahan

Adalah bagaian laut yang terdapat di pedalaman yang terlatak di antara dua benua. Contohnya Laut Tengah terletak antara benua Eropa dan Afrika, Laut pertengahan Australia-Asia antara benua Australia dan Asia, misalnya, Laut Jawa. Laut pertengahan Amerika antara benua Amerika Utara dan Amerika Selatan, misalnya, Laut Karimata, Teluk Meksiko.

c. Laut pedalaman

Adalah laut yang hampir seluruhnya atau seluruhnya di kelilingi oleh daratan. Contohnya Laut Kaspia, Laut Hitam, Laut Baltik/ Laut Timur.

3. Menurut kedalamannya.

Dasar-dasar laut menurut kedalamannya digolongkan dalam zone-zone (daerah-daerah) sebagai berikut.

a. Zona litoral

Adalah zona laut antara garis pantai pada waktu pasang naik dan garis pantai pada waktu pasang turun.

b. Zona Neritis

Adalah daerah laut dari garis pantai pada waktu pasang surut sampai kedalaman 200m. Contohnya Laut Jawa, Laut Arafuru, laut Utara.

c. Zona Batial

Adalah daerah laut yang kedalamannya antara 200m – 1000 m.

d. Zona Abisal

Adalah daerah laut yang amat dalam. Termasuk palung laut dan lubuk laut, dalamnya kurang lebih 10.000 m. Contohnya Laut Banda, Laut Sulawesi, Palung Laut Sunda dan Mindanau.

4. Menurut kemiringan lerengnya.

Daerah peralihan antara daratan dan lautan di tandai dengan adanya perubahan kedalaman maupun kemiringan lereng, yang setidaknya dapat dibagi dalam 3 daerah :

a. Continental shelf

Continental shelf adalah suatu daearah yang memiliki lereng landai (kemiringan kira-kira 0,4%) dan berbatasan langsung dengan daratan. Daerah ini memiliki lebar kurang lebih 50-70 km dan kedalaman maksimum dari lautan yang ada di atasnya tidak lebih besar antara 100-200 m.

b. Continental slope

Continental slope memiliki lereng yang lebih curam dari pada Continental shelf di mana kemiringannya berfariasi antara 3%-6%

Gb.32. Irisan batas pinggir pantai.

c. Continental rise

Continental rise adalah daerah yang memiliki lereng yang berlahan-lahan menjadi datar di dasar laut.

Sabtu, 20 Februari 2010

geo_community: Oseanografi

geo_community: Oseanografi

Oseanografi


Mengapa kita perlu belajar tentang laut ?

Sebagian besar permukaan bumi kita, hampir 71% merupakan lautan. Begitu pula dengan wilayah negara kita pun sebagian besar merupakan lautan, maka Indonesia di sebut sebagai negara maritim. Bahkan sepotong syair yang menyatakan bahwa nenek moyang kita seorang pelaut. Tapi sudahkah kita benar-benar mengenal laut yang sangat dekat dengan kita, yang telah menjadi budaya, dan mungkin kita telah hidup dari keberadaannya? Sejak dahulu laut sudah di manfaatkan oleh sebagian besar penduduk kita baik sebagai sarana transportasi maupun perdagangan. Wilayah lautan yang demikian luas tentunya menyimpan berlimpah kekayaan alam, namun keterbatasan pengetahuan kita tentang laut membuat kekayaan alam ini belum dapat kita kelola dengan baik. Seiring dengan semakin terbatasnya sumberdaya di daratan dan ledakan jumlah penduduk yang sangat besar, maka manusia akan mencari sumber-sumber kekayaan alam lainnya untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Sumber-sumber kekayaan laut yang melimpah itu diantaranya, mineral laut yang terdapat dalam air laut mengandung banyak zat kimia yang bermanfaat. Berabad yang lalu manusia telah medapatkan garam yang berasal dari air laut dengan bantuan sinar matahari, bahkan cara demikian masih berlangsung hingga saat ini. Zat kimia lainya seperti sodium klorida (NaCl), magnesium dan bromin memiliki nilai ekonomi yang penting. Seiring dengan berkembangnya pengetahuan manusia bahan tambang seperti minyak bumi yang kini banyak dilakukan eksplorasi di lepas pantai. Asia Tenggara diprediksi memiliki cangan minyak lepas pantai sebesar 45% dari seluruh sumber alam yang ada. Di perairan dangkal ditemukan banyak pasir kerikil dan karang untuk bahan bangunan, selain itu juga masih banyak bahan tambang yang ada di dasar laut yang belum mampu kita gali.

Di daerah upwelling yang banyak mengandung nutrient yang merupakan makanan bagi beragam ikan manusia dapat mendapatkan tangkapan ikan yang berlimpah ruah. Biota laut lainya seperti terumbu karang dan rumput laut yang di manfatkan untuk berbagai jenis produk makanan dan kosmetik.

Sama seperti kekayaan alam yang ada di daratan, seberapa pun besarnya kekayaan alam yang ada di laut, kita harus memanfaatkannya secara bertanggung jawab, agar dapat berlangsung dalam jangka waktu yang lama. Maka pengetahuan dan pemahaman tentang laut sangat dibutuhkan dalam pengelolaannya. Sayangnya, laut merupakan objek yang kurang menarik untuk dilakukan penelitian oleh banyak ilmuwan. Hal ini menyebabkan pengetahuan tentang laut kita kurang. Oleh karena itu dapat kita simpulakan mengapa kita perlu untuk mempelajari lauatan, adalah karena lautan menyimpan potensi yang begitu besar dan sedang menunggu untuk kita kelola dengan baik dan bijaksana.

Pengertian

Oceanografi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari seluk beluk samudera atau kelautan, yang meliputi batas-batas samudera, topografi dasar laut, sifat fisis dan kimiawi air laut, macam dan sifat air laut, pasang naik dan pasang surut, serta gelombang dan kehidupan di laut.

Hidrosfer meliputi perairan laut dan darat yang sangat penting bagi kehidupan di permukaan bumi. Sedangkan hidrologi adalah ilmu yang mempelajari perairan dalam hubungannya dengan kegunaannya untuk mencukupi kebutuhan akan air minum, irigasi, air bersih untuk industri dan kebutuhan-kebutuhan lainnya. Hidrologi lebih memperhatikan studinya pada air tawar yang berada di daratan, di danau, di sungai dan air tanah yang berada di lapisan batuan kulit bumi.

Hidrografi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perairan dalam hubungan dengan kegunaannya untuk lalulintas air, baik di sungai-sungai, danau, selat, laut, dan samudera, jadi menyangkut periran tawar/darat dan air laut/asin. Hidrografi mentitik beratkan perhatiannya pada keselamatan pelayaran, jadi menyangkut kedalaman laut, arus laut, pasang surut, gelombang dan morfologi dasar laut atau sungai.

Jadi dapat di simpulakn secara sederhana, hidrologi mempelajari perairan darat (tawar), oseanografi mempelajari perairan laut (asin), sedangkan hidrografi mempelajarai perairan baik darat maupun laut berdasarkan fungsi atau kegunaannya.